3 Pengertian Average Down Saham Yang Mudah Di Mengerti

5 Pengertian Mudah Untuk Pemula Average Down SahamBahasbluechip.com – Average secara bahasa indonesia maknanya rata-rata. Dan makna averaging (avg) sendiri yakni “merata-rata(kan)”. Dalam trading saham, saat kita beli saham berkode sama pada harga berbeda, karena itu kita perlu hitung harga rata-rata pembelian. Penting untuk setiap pemain saham mengetahui tentang average down saham.

Keistimewaan pada Average Down Saham ialah kita tak perlu repot mencari besaran keuntungan/loss dari setiap order. Asumsikan saja bila anda membeli saham JPFA 10x pada harga berlainan dan waktu berlainan. Contoh beli di Rp1200, Rp 1500, Rp1600, dst… Lalu saat kita ingin menjualnya, apa iya harus kalkulasi nilai keuntungan satu-satu? Jika ingin ya silakan, tidak wajib, karena terkadang perlu untuk rekap.

Di program trading sendiri umumnya telah automatis hitung nilai avg di halaman portfolio . Maka kelebihan avg. sebagai berikut. Contoh kita membeli saham 10 kali yang hasil avg.-nya = Rp2283,4 (karena di rata-rata jadi hasil avg. bisa koma dan tidak ikuti fraksi harga lagi).

Jika kita kelak jual pada harga Rp5000. Maka untuk check keuntungan tinggal kita kalkulasi saja hasil selisih: Rp5000 – Rp2283,4.Lalu dikali jumlah lot yang ingin dijual. Lebih gampang. Catatan: Bila anda baru membeli 1 kali, maka nilai avg sekarang automatis gunakan harga beli.

Kenapa Perlu Average Down Saham

Sebetulnya bukan “kenapa perlu” , tetapi karena banyak keadaan yang mewajibkan kita menggunakan averaging. Beberapa salah satunya, yakni:

  • Karena aktivitas menabung saham, yang maknanya pasti membeli/cicil pada harga yang berbeda.
  • Karena punyai dana besar, hingga perlu beli ke banyak harga (terkadang volume lot bid dan offer di orderbook lebih kecil daripada modal) . Maka automatis supaya bisa boyong saham karena itu harus membeli di sejumlah harga.
  • Untuk turunkan harga rata-rata karena harga saham jeblok (dengan catatan kita punyai dana yang mengucur terus atau modal kita besar, dan tidak takut harga semakin turun). Seharusnya dilaksanakan oleh professional.
  • Untuk menambahkan jumlah lot saat harga masih di tempat dukungan (umumnya untuk swing). Keterangan Dukungan dan Resistance.
  • Untuk lebih status swing saat harga masih naik ke arah resistance dapat membeli terus. Kelak saat di resistance dipasarkan. Lihat money manajemen janganlah sampai melewati porsi.

Istilah Yang Penting Average Down Saham

Average down ialah saat kita beli saham kembali di bawah avg sekarang ini. Contoh average down saham saat ini Rp1000, lalu saat harga turun kita membeli kembali pada harga Rp800. Average down saham umumnya dilaksanakan untuk memperoleh avg ( average down saham ) sekecil mungkin sewaktu harga sedang murah. Hingga saat harga naik akan memperoleh keuntungan besar.

Tetapi average down saham tidak dapat dilaksanakan asal-asalan, perlu analisis dulu apakah saham akan naik atau mungkin tidak. Karena bila sembarangan avg dapat berbuntut pailit. average down saham adalah saat kita beli saham kembali di atas avg sekarang ini.

Contoh average down saham saat ini Rp1000, lalu saat harga naik kita membeli kembali pada harga Rp1200. Average up umumnya dilaksanakan untuk meningkatkan jumlah lot saat harga sedang tren naik . Maka selama ada tren kita membeli terus menerus, bila tren telah capai pucuk atau ada pertanda tren akan berakhir karena itu kita jual.

Contoh Average Down Saham

Untuk mengalkulasi average down saham kita perlu menggunakan rumus rata-rata. Averaging hanya berlaku pada pembelian saham yang serupa. Nilai avg adalah hasil kali tiap harga dan lot setelah itu ditotal, terakhir bagi pada jumlah lot. Sepeti gambar di bawah:

5 Pengertian Mudah Untuk Pemula Average Down Saham

5 Pengertian Mudah Untuk Pemula Average Down Saham

Misalnya kita membeli saham di dua harga, pada Rp2000 sejumlah 2 lot dan Rp1000 sekitar 5 lot. Berapakah nilai avg kita? Pertama, kalikan harga dan lot. Rp2000 * 2 lot = 4.000 dan Rp1000 * 5 lot = 5.000. Ke-2 , jumlahkan harga lalu dibagi lot. Seperti tabel berikut ini:

 

Harga Beli Lot Harga x lot
Rp2000 2 4000
Rp1000 5 5000
TOTAL 7 lot 9000

Hingga avg = keseluruhan (harga x lot) / keseluruhan lot = 9.000/7 = Rp1286 (sekitar 7 lot) Lantas bagaimanakah bila nanti kita membeli kembali? Ya masih sama, tetapi kita gunakan nilai avg yang telah ada, lihat contoh berikut ini:

Harga Beli Lot Harga x lot
Rp1286 (avg terakhir) 7 (sudah punya 7 lot) 9000
Rp1500 3 4500
TOTAL 10 lot 13.500

Hingga avg. terkini ialah = 13500/10 = Rp1350 (sekitar 10 lot) Lantas bagaimanakah bila kita jual beberapa saham kita? Berapakah avg. terkini? Jawabnya adalah saat kita jual, maka tidak akan mengubah average. Hanya jumlah lot saja yang berkurang. Hingga, di portfolio kita tidak ada perubahan avg. Contoh di atas, contoh kita jual 8 lot. Karena itu avg. kita masih tetap Rp1350 tetapi banyaknya tinggal 2 lot.

Di atas adalah penjelasan singkat average down saham, semoga artikel ini dapat membantu kamu mengerti tentang avg, atau Anda bisa membuka artikel lainnya di situs Bahasbluechip.com, karena kami memiliki banyak artikel yang membahas tentang saham