4 Hal Penting Dalam Memilih Investasi Saham

4 Hal Penting Dalam Memilih Investasi Saham

Investasi Saham – Investasi Saham adalah proses pengembangan uang sekarang untuk menghasilkan return masa depan, terdapat macam-macam investasi untuk anda pilih.

Secara garis besar berinvestasi adalah satu dari banyak cara yang bisa dipilih untuk mengembangkan kekayaan anda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau biasa disingkat (KBBI), Investasi adalah penanaman modal atau uang dalam suatu emiten/perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

5 Hal Penting Memilih Saham Yang Paling Akurat

4 Hal Penting Dalam Memilih Investasi Saham

Dalam berinvestasi saham, seorang investor pasti ingin memperoleh keuntungan dari aset yang dibelinya. Terdapat macam-macam instrumen investasi, yaitu seperti saham, reksadana, ataupun emas dan lain-lainnya.

Meskipun jaman sekarang investasi saham bisa dilakukan hanya lewat aplikasi dari handphone saja, dan sangat praktis sekali. Tapi ternyata, berinvestasi tidak bisa sembarangan dilakukan. Ada cara-cara tertentu yang harus anda tahu dan anda pahami agar investasi yang dilakukan bisa menguntungkan.

Ada juga salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi adalah memahami profil risiko atau tingkat toleransi terhadap risiko dari investasi. Profil risiko sendiri umumnya terbagi menjadi 3 yaitu :

  1.  Konservatif (toleransi terhadap risiko investasi yang rendah).
  2.  Moderat (toleransi terhadap risiko investasi yang menengah).
  3.  Agresif (toleransi terhadap risiko investasi yang tinggi).

Harus anda catat bahwa setiap jenis instrumen investasi memiliki mekanisme, keuntungan, serta resiko yang berbeda dan tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing investor.

Berikut dibawah ini 5 hal yang harus diperhatikan sebelum memilih Instrumen investasi yang harus anda tahu. Terutama jika anda adalah pemula dalam dunia investasi :

Baca Juga : 5 Jenis Kalkulator Investasi Yang Harus Di Ketahui Para Investor

1. Sesuaikan Tujuan Target Investasi Saham

Kemampuan dari masyarakat memahami instrumen investasi memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Oleh karenanya tidak jarang kita sering mendengar pembahasan investasi menjadi bahan pembicaraan sehari-hari. Tapi apapun jenis investasi yang diambil, anda perlu dengan serius memilihnya.

Memilih jenis investasi ini juga sangat perlu disesuaikan dengan target return keuntungan yang sudah ditargetkan. Contohnya, seperti investasi jangka panjang maka anda bu,isa memilih saham, emas atau obligasi. Lalu untuk investasi jangka menengah anda bisa menggunakan investasi jenis reksa dana atau emas. Yang terakhir untuk investasi jangka pendek anda bisa melalui reksa dana pasar uang.

2. Perhatikan Proteksi Diri Dan Keluarga

Sebelum anda memilih Instrumen investasi saham yang tersedia, akan bijak bila anda memperhatikan proteksi diri dan keluarga terlebih dahulu.

Tidak bisa dipungkiri bahwa meski kita telah berhati-hati dalam memilih instrumen investasi saham. Namun tetap saja tidak bisa menjamin bahwa investasi tersebut akan menguntungkan. Bisa jadi nilai investasi saham yang kita pilih akan menyusut drastis dikarenakan risiko kejadian tidak terduga.

Menurut riset yang sudah kami lakukan bahwa proteksi diri yang dimaksud disini adalah berupa asuransi yang berfungsi sebagai perlindungan diri maupun keluarga dari berbagai risiko. Bukan hanya itu saja, proteksi ini tentunya bisa melindungi stabilitas finansial keluarga dari kemungkinan besarnya uang yang harus dikeluarkan bila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Jadi kesimpulannya memiliki asuransi dan proteksi diri ini adalah hal utama yang harus diperhatikan lebih dulu, ketimbang anda memilih jenis instrumen investasi.

3. Tidak Kata Terlambat Dalam Investasi

Anda tidak perlu menunggu mapan secara finansial baru memulai untuk berinvestasi. Jika sudah memiliki penghasilan tetap dan sudah memiliki dana darurat yang cukup, maka tidak ada alasan untuk anda belum memulai investasi.

Perlu anda diketahui, memulai investasi tidak selalu harus dengan dana yang besar. Saat ini banyak instrumen investasi yang bisa dilakukan dengan awal dana yang rendah seperti mulai dari Rp 100.000 ribu untuk membeli saham, reksadana, deposito atau menabung emas.

4. Diversifikasi Produk Investasi

Menurut riset yang telah kami lakukan bahwa jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Analogi ini berarti apabila keranjangnya jatuh, maka seluruh telur bisa pecah. Tentunya anda tidak ingin merusak segalanya karena memilih instrumen investasi yang salah.

Dalam hal investasi, hal tersebut bisa menggambarkan maksud dari diversifikasi. Yang artinya sebaiknya tidak menyimpan modal investasi di satu instrumen investasi sekaligus.

Kami bahasbluechip akan lebih merekomendasikan memilih instrumen investasi perlu untuk mempertimbangkan profil risiko dan review portfolio masing-masing.

Demikian artikel pembahasan kita tentang instrumen investasi saham. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu anda dengan bijak dalam berinfestasi dalam pasar saham.