Pengertian Bullish Dalam Dunia Pasar Saham Pemula Wajib Tahu

Pengertian Bullish Dalam Dunia Pasar Saham Pemula Wajib Tahu

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas secara lengkap pengertian bullish dan bearish, dan juga membahas pemicu situasi tersebut. Selain membutuhkan modal dan dana darurat yang cukup, dalam prosesnya anda akan menemukan banyak istilah baru dalam dunia pasar saham.

Untuk pemula, sangat diwajibkan untuk belajar seluk-beluk tentang bursa saham bisa menjadi langkah pertama sekaligus strategi untuk menghindari penipuan. Lalu di antara banyaknya istilah yang ada, bearish dan bullish adalah dua kata yang akan sering anda jumpai saat bertransaksi atau jika anda sedang berbicara saham dengan teman.

Tahukah anda pengertian bullish dan bearish? Berikut ini bahasbluechip.com akan membahas secara lengkap pengertian bullish dan bearish dalam dunia saham.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Saham Pemula Paling Menguntungkan

Pengertian Bullish Dalam Pasar Saham

Pengertian Bullish Dalam Dunia Pasar Saham Pemula Wajib Tahu

Pengertian Bullish adalah keadaan yang menunjukkan harga saham yang mengalami kenaikan secara terus-menerus dalam periode waktu tertentu. Istilah bullish dikenal juga dengan sebutan bull market.

Dalam pada itu, bila berbicara tentang trading Forex, pengertian bullish akan sedikit berbeda namun memiliki konsep yang sama, yaitu suatu keadaan dimana base currency dari pasangan mata uang mengalami peningkatan nilai. dan mata uang lainnya mengalami penurunan, pasar bullish seperti ini biasa disebut dengan istilah uptrend.

Saat pasar saham mengalami kondisi uptrend, itu mempunyai arti keadaan ekonomi pada kondisi baik. Tingginya keinginan investor pada saham sanggup menggerakkan peningkatan harga saham tersebut alias bullish.

Pengertian Bearish Dalam Pasar Saham

Pengertian Bullish Dalam Dunia Pasar Saham Pemula Wajib Tahu

Bila Pengertian Bullish adalah merujuk pada tingkat harga yang dominan selalu naik, pengertian bearish didefinisikan sebagai kondisi pasar saham yang sedang mengalami penurunan secara keseluruhan.

Istilah Bearish ditandai dengan turunnya index harga saham (downtrend). Jika pasar bearish terus berlanjut, biasanya trader atau investor akan melakukan cut loss atau menjual saham untuk meminimalisasi rugi semakin besar.

1. Pemicu Naik Dan Turun Harga Saham

Pasar bearish dan bullish adalah hal yang wajar terjadi di dunia pasar saham, pemicunya juga bermacam-macam, umumnya karena faktor internal perusahaan tersebut atau faktor external. Untuk memperjelasnya, bahasbluechip.com sudah merangkumnya di bawah ini :

2. Kecemasan Saat Melihat Sebuah Isu

Perubahan digital yang semakin cepat membuat warga begitu dipermudahkan dalam terhubung oleh informasi. Masih ingat berkenaan kasus Galaxy Note 7 yang ramai pada 2016 lalu?

Media beramai-ramai menyampaikan penarikan Galaxy Note 7 dari pasar sesudah 35 laporan yang menyampaikan kabar Galaxy Note 7 meletus atau terbakar.

Kabar berita yang demikian masif selanjutnya membuat investor cepat-cepat untuk melepas sahamnya untuk meminimalisasi rugi. Akhirnya harga saham Samsung juga alami downtrend sampai 6,3% saat itu.

3. Manipulasi Harga Pasar Saham

Naik turunnya harga saham bisa juga disebabkan karena kecurangan yang terjadi di pasar saham, Umumnya keadaan seperti ini terjadi karena ulah investor besar yang punya banyak modal.

Dengan memanfaatkan media massa, mereka membuat peralihan image suatu perusahaan untuk tujuan tertentu, baik menurunkan atau meningkatkan harga saham. Biasanya aktivitas manipulasi harga saham ini disebut dengan “bandar” dalam dunia saham.

Walau dampaknya cukup signifikan, tetapi keadaan itu tidak bertahan lama, Masalahnya aspek fundamental perusahaan yang terekam pada laporan keuangan bisa dipakai sebagai senjata kembalikan harga saham ke status semestinya.

Tetapi beberapa harga saham pada perusahaan juga ada beberapa yang tidak kembali ke harga normal, meskipun laporan keuangan perusahaan bagus.

4. Pergerakan Nilai Rupiah Pada Mata Uang Asing

Benar-benar logis jika fluktuasi nilai tukar rupiah pada mata uang asing dapat mempengaruhi turun-naiknya harga saham di pasar. Khususnya untuk perusahaan yang beroperasi di sektor export import.

5. Keadaan Ekonomi Makro

Faktor lain yang menyebabkan berlangsungnya pasar bearish dan bullish adalah keadaan ekonomi makro atau negara. Contoh turun-naiknya suku bunga karena peraturan bank sentral Amerika, fluktuasi suku bunga acuan Bank Indonesia, tingkat inflasi, dan tingginya angka pengangguran karena politik bisa juga membuat index harga saham berbeda.

6. Pandemi Penyakit Global

Semenjak awal tahun 2020, dunia dipastikan darurat pandemi global karena virus Covid-19, rumor krisis juga marak terdengar di sejumlah negara, tidak hanya Indonesia. Keadaan ini selanjutnya membuat harga saham pada bursa saham di dunia alami pengurangan.

Itulah penjelasan mengenai pengertian bullish dan bearish lengkap dengan faktor pemicunya. Dengan mengetahui pengertian bullish merupakan satu diantara langkah yang tepat agar aktivitas investasi saham berjalan mulus.

Berbicara mengenai investasi, selain saham ada pula instrument yang lain seperti emas, deposito, reksadana, sampai peer to peer lending (P2P lending). Masing-masing produk itu pasti mempunyai masing-masing risiko dan keunggulannya. Semoga artikel ini dapat membantu anda mengenal lebih dalam tentang pengertian bullish dan bearish dalam dunia pasar saham.

Sumber : Kompas.com