Perbedaan Investasi Saham dan Reksadana 2022

Investasi saham dan reksadana – beberapa tahun belakangan ini selain covid19, investasi juga tengah populer di kalang masyarakat Indonesia.

Dalam dunia investasi memiliki beberapa dapat kamu gunakan untuk menginvestasikan dana yang kalian punya, dua diantaranya ya itu Reksadana dan investasi saham. Mungkin bagi sebagian orang kedua hal ini tidak memiliki perbedaan, namun jika dibandingkan, dapat perbedaan yang dapat terlihat.

Kali ini kita akan membahas mengenai perbedaan investasi saham dan reksadana, berikut ini adalah contoh beberapa perbedaan antara Investasi Saham dan Reksadana.

 

Perbedaan Investasi Saham dan Reksadana

Investasi Saham

Jika berbicara menguntungkan 2 hal ini sama-sama investasi yang menguntungkan, namun memiliki perbedaan di 2 jenis investasi ini, berikut adalah perbedaannya.

1). Modal Pembelian Awal

Modal pembelian awal adalah menjadi salah satu perbedaan saham dan reksadana. Modal pembelian awal untuk saham cenderung lebih besar dari pada reksadana, Oleh karena itu saham cocok untuk kalian yang memiliki modal tinggi dan telah memiliki pemahaman tentang saham.

Sedangkan Reksadana hanya memerlukan modal pembelian awal yang sangat terjangkau hanya bermodalkan Rp 10 ribu kalian sudah dapat berinvestasi.

2). Objek yang dibeli

Perbedaannya ada pada objek yang dibeli pada 2 jenis saham ini, Saham merunjuk pada bagian kepemilikan suatu aset atau perusahaan. Sehingga saat membeli saham, anda akan mendapat hak milik dengan keuntungan berupa dividen.

Reksadana merupakan kumpulan produk investasi yang dikelola oleh manager investasi. Sehingga orang yang menanamkan modak pada reksadana investasi akan berwujud berbagai macam instrumen, seperti deposito, oligasi dan sebagainya.

3). Pihak – pihak yang terlibat

Perbedaan berikutnya adalah pihak-pihak yang terlibat didalamnya. Pihak yang terlibat dalam Saham melibatkan emiten perusahaan dan saham, kustodian sentral efek Indonesia ( KSEI ), Broker, Perusahaan Efek, dan sejenisnya.

Sedangkan Reksadana selain selain investor yakni manager investasi, Bank kustodian, Emiten dan sebagainya.

4). Stabilitas Investasi

Jika Anda memahami 3 tipe investor, Anda pasti paham betapa besar bedanya reksadana dan saham dari segi stabilitas. Faktanya, reksadana adalah jenis saham paling cocok untuk investor konservatif ( Risk Averse ). Selain risikonya kecil, investor reksadana tidak perlu repot-repot mengelola investasinya sendiri, karena sudah ada Manajer Investasi.

Beda kondisinya jika Anda melakukan investasi saham. Pihak ketiga ataupun bursa efek tidak akan membantu Anda mengambil keputusan berkaitan saham. Di dunia saham, untung ruginya investasi ada di tangan investornya

5). Pengolahan Dana 

Pengelolahan modal saham sepernuhnya akan di kelola dan di atur oleh anda, jadi dalam hal ini anda harus memiliki pengentahuan tentang ber investasi saham agar mendapatkan keuntungan maksimal.

Sementara pengelolahan Reksadana sepernuhnya di kelolah dan di atur oleh orang berkompeten dan tersetifikasi yang disebut dengan manager investasi. Anda sebagai investor tidak perlu mengelola dana dan menerima laporan keuntungan.

6). Proses pembelian aset

Perbedaan Investasi saham dan reksa dana selanjutnya terdapat pada proses pembelian aset investasi, proses pembelian saham anda hanya perlu melakukan pembelian melalui bursa/pihak ketiga dan beberapa saat saham sudah dalam kepemilikan anda.

Sementara proses pembelian reksadana lebih panjang dari pada saham. Setelah membeli reksadana ke APERD, anda akan dihubungkan dengan manager investasi dan bank kustodian yang bertujuan untuk penyimpanan aset reksadana.

7). Pihak Penjual Instrumen

Perbedaan ini sangat menonjol, Jika kalian ingin membeli saham kalian cukup melakukannya langsung via bursa tau aplikasi pihak ketiga.

Sedangkan untuk membeli reksadana kalian perlu melewati APERD ( Agen Penjual Efek Reksadana ).

8). Pengenaan Pajak

Pengenaan Pajak salah satu perbedaan antara 2 investasi ini yang dimana kalian perlu mengetahui Penganaan pajak dari masing-masing investasi yang kalian lakukan. Investasi reksadana tidak membebankan pajak pada investornya. Walaupun ada, besaran pajak yang harus dibayarkan tidak sebesar pajak dari instrumen saham. Sebagai gantinya, pemodal reksadana harus melaporkan laba yang didapatkan melalui laporan SPT Tahunan.

Baca Juga : Belajar Main Saham Untuk Pemula Terbaru 2022

Keuntungan Invetasi Saham dan Reksadana

Investasi Saham

Keuntungan Saham : 

  • Mendapatkan Dividen Saham

Deviden merupakan pembagian hasil laba bagi para pemegang saham sesuai dengan banyak yang yang mereka taham.

  • Berinvestasi Secara Fleksibel

Berinvestasi secara fleksibel adalah kalian dapat melakukan kegiatan ini dimana saja dan kapan saja menggunakan sebuah aplikasi di smartphone kalian.

  • Potensi Mendapatkan Capital Gain

Capital Gain adalah sebuah keuntungan kenaikan harga dari selisih harga jual dan beli. Semakin berkembangannya sebuah perusahaan dari waktu ke waktu, biasanya akan diikuti dengan kenaikan harga pada saham perusahaan tersebut.

Keuntungan Reksadana :

  • Diverfikasi

Keuntungan yang utama dalam berinvestasi reksadana adalah diverisifikasi aset. Hal ini betujuan untuk membantu investor untuk mengurangi dampak fluktuasi pasar dan meminimalisir kerugian pada portofolio investasi.

  • Likuiditas 

Likuiditas adalah kemampuan untuk masuk dan keluar tanpa kesulitan. Investor dapat menjual reksadana mereka dalam waktu yang sangat singkat tanpa harus memikirkan perbedaan harga jual dan beli di pasaran yang berlaku saat bertansaksi.

  • Biaya Terjangkau

Biaya yang relatif rendah ini menjadi salah satu orang banyak yang berinvestasi di reksadana. Kalian sudah dapat berinvestasi mulai dari 10 ribu dengan reksadana.

  • Di atur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Kegiatan Investasi ini di Indonesia di atur dan di awasi oleh otoritas jasa keuangan ( OJK ). Hal ini menjadi salah satu faktor kenyamanan bagi para investor untu berinvestasi.