Rekomendasi 5 Saham Blue Chip Syariah, Investasi Lebih Halal

Bahasbluechip – Banyak orang khususnya bagi muslim cenderung memilih saham yang tidak melanggar prinsip syariah. Maka pilihannya pada saham blue chip syariah. Sayangnya pembahasan saham syariah di tanah air tidaklah banyak daripada pembahasan saham konvensional, hal ini tentu berpengaruh pada ruang diskusi saham syariah yang tebatas.

Saham blue chip merupakan sebuah istilah dalam pasar modal yang mengacu pada saham dari perusahaan besar yang memiliki pendapatan stabil dan liabilitas dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Dalam memilih saham banyak orang yang cenderung memilih saham yang masuk dalam kategori saham ini, karena saham blue chip merupakan saham yang dipercaya akan mampu menghasilkan cuan seperti yang kita harapkan.

Padahal ketika berbicara masalah peluang sama sama memiliki peluang yang besar untuk dapat mendulang banyak keuntungan, terlebih bagi yang bergama Islam saham syariah jelas tidak melanggar prinsip syariah.

Pertumbuhan saham syariah di Indonesia saat ini mengalami kenaikan yang menggembirakan pamor saham syariah meski tak sepopular saham konvensional mengalami peningkatan.

Berdasarkan data BEI, sejak tahun 2011 sampai dengan 27 Oktober 2020, jumlah saham syariah meningkat 90,3%, dari 237 saham menjadi 451 saham. Jumlah ini setara 63,6% dari total saham yang tercatat di BEI. Berdasarkan besaran kapitalisasi pasar, saham-saham syariah mencakup 51,4% dari kapitalisasi pasar keseluruhan.

Capaian tersebut dinilai cukup memuaskan meski masih perlu ditingkatkan mengingat Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, sehingga pangsa pasarnya masih tersebar luas untuk dijangkau.

Terlebih saham syariah yang berkategori blue chip kini semakin banyak, tentu saja ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon investor karena saham blue chip banyak yang meminati.

Saham blue chip syariah ini tersedia di bursa saham yang bisa dipilih sesuai dengan prospek pergerakan saham ke depan. Untuk mengetahui saham perusahaan mana yang masuk ke dalam kategori saham syariah, indeks saham syariah yang dibuat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) jawabannya.

Nah pada kesempatan kali ini sahamtop akan merangkum dari beberapa sumber khusus nih buat kalian daftar rekomendasi saham blue chip syariah terpopular di Indonesia.

CPIN (Saham Charoen Pokphand Indonesia Tbk)

Saham blue chip syariah yang pertama adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk adalah perusahaan yang berbasis di Indonesia yang utamanya bergerak dalam pembuatan pakan hewan, termasuk pakan unggas dan jenis yang lain.

Beberapa merek utama pakan hewannya adalah HI-PRO, HI-PRO-VITE, BINTANG, BONAVITE, ROYAL FEED, TURBO FEED, dan TIJI. Perusahaan ini juga menghasilkan anak ayam usia sehari (day-old chicks/DOC) dan makanan olahan, utamanya daging ayam.

Perusahaan ini memasarkan makanan olahannya di bawah beberapa merek, antara lain Golden Fiesta, Fiesta, Champ, dan Okey. CPIN memiliki sejumlah fasilitas produksi di beberapa daerah di Indonesia, seperti Sidoarjo, Medan, Tangerang, dan Mojokerto.

Selain itu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk juga memiliki beberapa fasilitas pembibitan yang berada di beberapa daerah di Indonesia, seperti Riau, Bali, dan Sumatera Utara.

CPIN berhasil mencatatkan kapitalisasi pasar mencapai Rp84,45 triliun. Sedangkan pada 2018, perusahaan ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp53,9 triliun.

Hal ini jelas merupakan peningkatan yang baik di setiap tahunnya. Di samping itu, saham CPIN juga masuk ke dalam daftar indeks LQ 45 dengan saham yang likuid.

Saham Syariah TLKM (Telekomunikasi Indonesia Tbk)

Saham blue chip syariah selanjutnya adalah TLKM, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menawarkan layanan telekomunikasi dan jaringan. Segmen Perusahaan mencakup Perusahaan/Korporasi, Rumah, Perorangan, dan Lainnya.

Segmen Korporasi menyediakan layanan telekomunikasi, termasuk interkoneksi, saluran yang disewakan, satelit, pusat kontak, akses broadband, layanan teknologi informasi dan layanan data dan Internet untuk perusahaan dan lembaga.

Pada bagian Segmen Rumah menyediakan layanan telekomunikasi jalur kabel tidak bergerak, televisi berlangganan, dan layanan data dan Internet untuk pelanggan rumahan. Segmen Perorangan menyediakan layanan telekomunikasi seluler bergerak dan nirkabel tidak bergerak bagi pelanggan individu.

Segmen Lainnya menyediakan layanan pengelolaan gedung. Layanan telepon bergerak pascabayar Perusahaan di pasarkan dengan merek kartuHalo, dan layanan prabayarnya di pasarkan dengan merek simPATI, Kartu As, dan Loop. Perusahaan ini menjalankan bisnis e-money (uang elektronik) dengan nama merek T-cash.

Dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan atau income Telkom terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini bisa dilihat dari tahun 2014 ke 2020, Telkom mengalami peningkatan dari segi pendapatan.

Dari segi saham, Telkom berhasil mencapai kapitalisasi pasar hingga Rp382,82 triliun. Ditambah saham Telkom masuk ke dalam indeks LQ45 yang artinya saham mudah dibeli serta dijual atau disebut dengan likuid.

Saham Blue Chip Syariah Telkom

MYOR (Saham Mayora Indah Tbk)

Saham blue chip syariah selanjutnya adalah saham dari PT Mayora Indah. Perusahaan dengan kode saham MYOR.

PT Mayora Indah Tbk merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang utamanya bergerak dalam bidang produksi makanan.

Perusahaan ini mengklasifikasikan produknya ke dalam enam divisi: biskuit, permen, wafer, cokelat, kopi instan, dan minuman sereal. Beberapa merek utamanya adalah Roma, Kopiko, beng beng, Choki-choki, Torabika, dan Energen.

Fasilitas produksinya berlokasi di Tangerang dan Bekasi, Indonesia. Anak perusahaannya meliputi PT Sinar Pangan Barat, PT Sinar Pangan Timur, Mayora Nederland B.V., dan PT Torabika Eka Semesta.

Tercatat kapitalisasi pasar sebesar Rp57,91 triliun. Tidak heran jika keuangan Mayora cukup baik dari tahun ke tahun melalui pendapatan yang tercatat mencapai Rp24 triliun di tahun 2018.

Hal ini berarti pendapatan tersebut naik Rp4 triliun jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya dengan profit yang juga naik. Walaupun tidak masuk ke dalam daftar saham LQ45, saham big cap syariah yang satu ini bisa menjadi rekomendasi saham untuk dibeli.

Saham Blue Chip Syariah WSKT (Waskita Karya Tbk)

Saham blue chip syariah selanjutnya adalah Waskita Karya (Persero) Tbk, perusahaan yang berbasis di Indonesia yang bergerak dalam industri konstruksi.

Bisnis Perusahaan terbagi menjadi konstruksi termasuk konstruksi dan layanan terkait lainnya. Seperti desain dan pembangunan, layanan konsultasi manajemen, manajemen gedung, fabrikasi bahan dan komponen bangunan.

Pada tanggal 23 Juni 2014, Perusahaan mengumumkan bahwa mereka telah membentuk sebuah anak perusahaan baru, yaitu PT Waskita Toll Road untuk mengelola proyek-proyek jalan tol di masa depan.

Saham dari Waskita Karya Tbk juga masuk ke dalam kategori saham big cap syariah. Perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp29,46 triliun dengan analisa fundamental yang cukup baik. Hal ini dapat kalian lihat dari laporan keuangan Waskita dengan revenue yang terus meningkat setiap tahunnya.

Waskita mencatat laporan keuangan dengan pendapatan sebesar Rp48,7 triliun dengan raihan profit sebesar Rp8,86 triliun. Selain itu, saham Waskita juga masuk ke dalam kategori indeks LQ45 yang berarti jenis saham likuid.

Blue Chip Syariah PWON (Pakuwon Jati Tbk)

Saham blue chip syariah yang terkahir adalah PT Pakuwon Jati Tbk. Perusahaan dengan kode saham PWON ini merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang utamanya bergerak dalam pengembangan properti.

Perusahaan memperoleh pendapatannya dari pendapatan pengembangan dan pendapatan berulang. Pendapatan pengembangan mencakup pendapatan dari penjualan kondominium, gedung perkantoran, apartemen, kaveling tanah, dan rumah-rumah tapak yang di bangunnya.

Perusahaan ini telah mengembangkan sejumlah superblok dan kota mandiri di Indonesia. Contohnya Superblock Tunjungan City, Superblock Kota Kasablanka, Superblock Gandaria City, dan Pakuwon City. Pendapatan berulang mencakup pendapatan dari penyewaan gedung komersial dan perkantoran serta hotel.

PWON bisa kamu jadikan pilihan karena perusahaan ini

memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp33,71 triliun. Menurut laporan keuangan melalui Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018, perusahaan ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp7 triliun dengan profit sebesar Rp2,54 triliun.

Pendapatan dan profit yang di dapatkan jelas mengalami keuntungan jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya. Itulah beberapa saham blue chip syariah yang banyak direkomendasikan. Beberapa saham blue chip syariah ini merupakan jenis saham performanya baik dan di kenal tahan banting dalam segala macam keadaan.

Tidak hanya itu saham blue chip syariah di atas merupakan perusahaan yang kredibel. Sudah banyak berpengalaman dalam menjalankan usahannya sehingga semakin membuat nyaman para investor dalam menanamkan modalnya. Namun sebagai seorang investor sudah selayaknya Anda melakukan analisis fundamental. Khusus kepada perusahaan yang Anda akan pilih ketika Anda tertarik untuk membeli saham blue chip syariah ini.